Hari ini bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember. telah dilaksanakan kegiatan final menyongsong Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku. Bentuk kegiatan yang diklaksanakan adalan perserta membuat cerita bergambar dan kemudian membacakan gambar tersebut dihadapan dewan juri dan pengunjung. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 orang yang terdiri dari beberapa tim dan setiap tim terdiri dari 4 orang wali murid TK yang telah lolos seleksi pertama.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas
Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Jember yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Bapak Sukowinarno,SH,SPd. MSi. dalam kata sambutannya sekretaris dina smenyampaikan bahwa Dinas Perpustkaan membuka pekuan untuk bersinergi dalam setiap kegiatan seperti kegiatan hari ini. Juga disampaikan bahwa guru, orang tua dan hadirian yang lain diharapkan bisa memanfaatkan fasilitas bahan bacaan perpuskaan yang ada. Bagi yang belum menjadi anggota Perpustalaan bisa mendaftar menjadi anggota kemudian dapat meminjam buku. pengunjung bisa memnfaatkan koleksi bahan bacaan diperpustkaan yang jumlahnya lebig dari 90 ribu buku.
Pada acara pembukaan juga hadir I Ketut Sugama ulama sekaligus Perupa Kabupaten Jember.. Pak Ketut sapaan akrab beliau memberikan motivasi kepada hadirin bagaimana cara mendidik anak ditengah kemajuan tehnologi media elektronik. Diharapkan orang tua untuk bisa bijaknsana dalam menyikapi situasi seperti ini. gaget ibarat musuih bagi orang tua apabila kurang bijaksana dalam menyikapinya. Maka peran orang tua diharapkan memberi perhatian lebih kepada putra putrinya melalui kegiatan membaca atau mendongeng. beliau menuturkan bahwa semasa kecilnya setiap mala sebelum tidur selalu mendengarkan dongeng dari ibu atau bapak beliau.
Dalam kesempatan ini I Ketut juga memberikan tip bagaimana membacakan buku kepada anak-anak, yang pertama adalah fokus konsentrasi terhadap anak sehingga tercipta hubungan emosi yang kasih sayang yang sebenarnya orang tua kepada anak. Yang kedua menggunkan kalimat yang menarik dengan intonasi kalimat yang sesuai dengan kondisi alur cerita. hal ini dapat manarik perhatian anak akan apa yang kita ceritakan. Yang ketiga diperlukan improfisasi dari pembaca dengan menambah kalimat sediri sehingga akan memabawa daya khayal dan dan membangkitkan imajinasi pendengarnya (anak).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar